7 Tips Sukses Memulai Bisnis Makanan Online untuk Pemula

Apa saja tips bisnis makanan online untuk pemula agar sukses? Bisa berhasil dan meraup cuan tanpa harus try eror. Apalagi, sekarang saat sedang ada pandemi Covid-19 kita pasti butuh pemasukan tambahan. Bahkan kalau perlu, bisa sukses di bisnis kuliner ini.

Bahkan bisa jadi alternatif usaha baru ketika bisnis yang kita jalani sedang tidak bersahabat akibat pandemi. Begitu juga ini bisa jadi pilihan mata pencaharian baru bagi Sobat yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Tenang, rezeki kan bisa dari mana saja. Asal kita bisa melihat peluang dan memanfaatkannya. Betul, tidak?

Bagi Sobat pecinta kuliner dan menyukai usaha kuliner, namun belum terjun di dalamnya, rasanya sudah waktunya memulai saat ini juga. Peluang usaha kuliner sangat besar sejak banyaknya kegiatan publik yang makin terbatas.

Membuat usaha makanan dari rumah lalu mendistribusikannya secara online bisa jadi ide brilian. Meskipun pemula dan belum pernah mencoba sebelumnya, bisa sukses asal melakukan langkah-langkah yang tepat. Apa saja?

Langkah Memulai Bisnis Makanan Online untuk Pemula

Cara memulai bisnis makanan online sebenarnya tidak begitu sulit. Asalkan Sobat Kuliner memiliki minat yang tinggi untuk menjalaninya dan ada waktu yang luang, pasti bisa untung dan sukses.

1. Menentukan Ide Kuliner

Sobat Kuliner pastinya memiliki ketertarikan terhadap menu makanan atau minuman tertentu. Tidak harus makanan, Sobat bisa memilih minuman untuk jadi ide bisnis. Sekarang banyak ide minuman hits yang menggugah selera dan banyak peminatnya.

Jika belum menemukan kuliner apa yang ingin Sobat geluti, bisa menemukan ide jenis makanan atau minuman lewat selera sendiri atau meniru apa yang sedang populer saat ini. Tidak masalah memasarkan kuliner yang sudah ada.

Bisa juga menemukan ide lewat kanal Youtube dengan mencari jenis kuliner food street di negara lain yang mudah ditiru resepnya. Misalnya jajajan khas Turki, Korea, Jepang, Thailand, dan lain-lain. Punya pengalaman jalan-jalan di luar negeri dan mengenal kuliner di sana, bisa jadi ide bisnis kuliner unik.

2. Menentukan Target Pasar

Siapa pembeli yang akan kita target juga sangat penting. Tujuannya supaya konsep bisnis kuliner tidak bingung. Apakah kita akan menarget kaum pelajar, remaja, kaum wanita dewasa, atau menarget konsumen dengan ekonomi menengah ke atas?

Itu semua akan mempengaruhi menu apa yang akan kita buat, bahan baku yang dipilih, serta harganya. Bahasa pemasaran nanti juga akan dipengaruhi target pasar. Tentunya bahasa iklan untuk anak muda akan berbeda dengan orang tua. Begitu kira-kira.

3. Mencari Pemasok untuk Bahan Baku

Selanjutnya, setelah kita memilih menu, menentukan target konsumen, lalu menemukan resepnya, saatnya mencari pemasok yang pas. Baik pas di harga, lokasi, maupun pelayanannya.

Tidak harus memilih pemasok yang dekat jaraknya. Memesan dan berlangganan dari supplier online bahan baku juga oke. Asalkan harganya dan perhitungan laba bisa masuk. Pelayanan juga bagus. Memperhatikan packing barang, mengirim sesuai kesepakatan, dan fast respon supaya usaha berjalan mulus.

4. Membuat Merek dan Kemasan yang Menarik

Cara bisnis online makanan untuk pemula yang ketiga adalah menentukan merek dan kemasan. Merek di sini mencakup nama kuliner yang akan kita pasarkan. Misalnya usaha ayam geprek kita beri nama Ayam Geprek Super Hot. Contoh saja, ya. Hehe… Silahkan buat yang kreatif dan unik kalau bisa.

Tujuannya membuat nama yang unik dan menarik adalah agar konsumen langsung penasaran sejak mengenal nama brand kita. Biasanya kalau penasaran dan tertarik, lebih cenderung membeli, kan ya?

Kemasan juga tidak kalah penting. Buat packaging yang bagus. Apakah dengan kertas, plastik, atau box, semua perlu didesain dengan cantik. Kemasan menentukan ketertarikan konsumen juga, lho. Bahkan, seringkali makanan biasa terlihat lebih mahal karena packagingnya. Padahal bahan dan rasanya sama.

5. Membuat Toko Online

Supaya go online, bisnis kuliner harus punya toko online juga. Apalagi jika ingin pemasarannya lebih luas dan bisa menjangkau seluruh nusantara.

Toko online bisa berupa website, e-commerce , atau media sosial seperti Instagram dan Facecook. Bahkan fokus di WhatsApp dan selalu membuat story yang fokus memasarkan brand di sini. Saatnya mengganti status curhat dengan bisnis kuliner. Hehehe…

Saya pernah mengulas website bisnis bolu dan roti aneka rasa dalam pekerjaan review sebagai bloger. Pelanggan usaha bolu ini bisa dari berbagai daerah. Hanya saja untuk bisnis kuliner yang nanti akan Sobat buat, perlu diperhatikan juga jenis kulinernya yang tahan lama dan bisa dikirim lewat ekspedisi.

Untuk makanan langsung konsumsi atau punya daya tahan tidak lama, website bisa bermanfaat sebagai sarana pemasaran dan branding. Mengapa? Kadang orang satu kota pun bisa mencari makanan favorit mereka lewat mesin pencari, lho.

Sebagai umpama, saya penyuka brownies ingin membeli brownies yang murah dan enak di kota tempat tinggal saya, Purwokerto. Namun, tidak tahu harus beli di mana. Akhirnya, saya cari saja di Google, “brownies terlezat di Purwokerto”. Nanti, yang muncul adalah rekomendasi bisnis kuliner brownies yang sudah online, pastinya. Apakah berupa website, e-commerce, atau media sosial.

Di situlah pentingnya kita memiliki toko online. Jika kebetulan makanan yang kita jual adalah makanan yang tidak tahan lama, bisa menggunakan layanan Go Send di dalam kota. Malah, pelanggan sendiri yang datang ke lokasi. Jika makanan tahan lama, peluang pasar lebih luas karena bisa melakukan pengiriman antar daerah.

6. Memasarkan Produk dan Brand

Setelah memiliki toko online, hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita memasarkan bisnis kuliner. Pastikan website selalu update, apakah menerbitkan postingan produk baru, menambah artikel pendukung, atau menyebarkan situs kita di media sosial agar makin dikenal.

Begitu juga jika pemasaran dilakukan di media sosial. Aktif dan selalu mengupdate setiap hari supaya brand makin banyak pengunjung dan dikenal. Algoritma media sosial juga lebih memihak akun yang aktif. Artinya, akan lebih banyak tampil di beranda konsumen kita jika selalu update dan melakukan interaksi dengan konsumen.

Jika Sobat merasa kurang waktu untuk mengelola pemasaran online, bisa merekrut orang lain untuk mengelola bagian ini. Tugasnya update dan interaksi.

Namun, jika bisa dikerjakan sendiri dan malah jadi selingan kerja yang menyenangkan, pastinya lebih baik dikerjakan sendiri. Apalagi jika sebagai pemula, Sobat masih ada kendala budget untuk menggaji karywaran. Melakukan pemasaran sendiri tidak ada salahnya.

7. Buat Menu Andalan dan Variannya

Jangan lupa membuat menu andalan juga. Tujuannya supaya ada varian kuliner yang ditonjolkan ketika memasarkan kuliner kita. Bisnis makanan online biasanya tidak lepas dari pembuatan flyer, ya. Tampilan di toko online juga perlu gambar yang menojolkan menu utama.

Misalnya kita menjual minuman boba brown sugar. Pastinya ada satu varian yang menjadi ikon, yaitu boba brown sugar rasa original. Selain rasa ini, varian seperti rasa chocholate, taro, avocado, caramel, dan lain-lain bisa kita tampilkan lebih kecil.

Selain itu, membuat menu andalan juga memudahkan kita dalam menyediakan stok mana yang paling banyak sedia dan wajib selalu ada. Sementara menu lain atau varian lain bisa ditolerir ketika bahan baku habis dan mengatakan ‘sedang habis’ misalnya.

Bagaimana? Tips sukses bisnis makanan online untuk pemula ini bisa membantu Sobat yang ingin memulai usaha di bidang kuliner. Kuncinya ada minat dan keinginan karena peluang usaha kuliner bisa dikatakan tidak ada matinya.

Tinggalkan komentar