Contoh Executive Summary Makanan dan Tips Membuatnya

Contoh Executive Summary Makanan dan Tips Membuatnya – Halo Sobat Kuliner.. Jika Sobat ingin memulai sebuah bisnis kuliner, terutama jika ingin mendapatkan suntikan modal dari investor, maka penting sekali membuat executive summary yang bagus.

Apa itu? Executive summary adalah ringkasan singkat yang berisi rencana bisnis untuk kita sampaikan kepada orang lain.

Isi ringkasan executive bisnis kuliner mencakup produk, keuangan, hingga target pasar. Harus lengkap sehingga yang membaca akan paham langsung. Bahkan jika rencana bisnis ini hilang, orang yang menemukannya bisa merealisasikan bisnis tersebut.

Begitu pula ketika investor membaca ringkasan bisnis Sobat, itu sangat menentukan apakah akan menanamkan modalnya atau tidak. Semua itu tergantung bagus tidaknya rencana bisnis kuliner Sobat di dalamnya.

Apa Saja yang Harus Ada dalam Executive Summary?

Executive summary berisi visi misi, apa keunggulan usaha Sobat dibanding kompetitor, target pasar, tujuan jangka pendek dan panjang.

Apabila dikabarkan, isi sebuah ringkasan bisnis antara lain:

Nama usaha, visi dan misi, lokasi, deskripsi usaha mencakup manajemen dan struktur organisasi, produk dan layanan, anggaran dana, tujuan usaha, target pasar, peluang usaha, dan skema kerjasama yang ditawarkan untuk investor.

Tips membuat executive summary makanan adalah buat dengan jelas, singkat, dan padat. Masukkan hanya poin penting supaya calon investor langsung memperoleh maksud Sobat.

Tips Membuat Executive Summary Makanan

Executive summary ini sangat menentukan bersedia atau tidaknya investor memberikan dana. Oleh karena itu, sebaiknya Sobat memperhatikan tips membuat executive summary makanan berikut ini:

1. Singkat dan Jelas

Membuat sebuah executive summary sebaiknya hanya dua halaman saja. Maksimal jika memang begitu banyak poin penting, jumlahnya tidak lebih dari lima halaman.

Ringkas dan padat langsung saja kepada intinya. Kalimat yang kita gunakan lebih singkat, padat, tapi jelas.

Meski demikian, jangan sampai melewatkan informasi penting. Tujuan utama membuatnya lebih singkat adalah agar investor yang sibuk langsung paham isi ringkasan bisnis kita.

2. Gunakan Bahasa yang Kuat

Maksudnya adalah bahasa yang memberikan kepastian dan dorongan. Misalnya kalimat “Usaha ini sangat menguntungkan.” lebih kuat ketimbang kalimat, “Usaha ini mungkin akan menguntungkan di saat ini.”

Bahasa yang kuat dan positif akan lebih mendorong investor secara emosional dalam mengambil keputusan. Mereka juga lebih yakin terhadap usaha Sobat.

3. Berada di Bagian Akhir Business Plan

Biasanya sebuah executive summary dibuat bersama business plan. Letaknya di bagian akhir setelah semua rencana bisnis tercantum secara keseluruhan dengan runtut.

Meletakkannya di akhir akan lebih memudahkan Sobat karena sudah mengetahui apa saja ringkasan bisnis yang harus ditulis pada executive summary.

4. Sesuaikan dengan Target Pembaca

Target pembaca tidak kalah penting untuk Sobat perhatikan. Sesuaikan gaya tulisan dan bahasanya dengan pembaca.

Jadi, sebelumnya harus Sobat ketahui dulu siapa target pembaca. Apakah investor atau pemberi pinjaman.

Jika tujuannya kepada investor, fokuslah dalam menonjolkan produk. Umumnya para investor tertarik pada produk yang berpotensi.

5. Memprioritaskan Keunggulan Bisnis

Sebelum membuat executive summary makanan, pastikan Sobat sudah mengidentifikasi keunggulan dari usaha yang akan Sobat jalani.

Sebuah bisnis pasti punya keunggulan dalam hal produk, target pasar yang bagus, atau model usahanya. Pastikan itu masuk dalam executive summary.

Bahkan, akan lebih bagus lagi jika bisnis Sobat memberikan solusi bagi masyarakat. Tuliskan masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan bisnis Sobat punya solusi.

Itu akan sangat menarik minat investor. Mereka tidak akan ragu memberikan dananya.

6. Laporan Keuangan

Mencantumkan laporan keuangan tidak kalah penting. Jelaskan secara singkat mengenai kondisi keungan bisnis yang Sobat jalankan.

Sertakan pula valuasi kesepakatan sehingga calon investor paham risiko maupun keuntungan yang akan mereka dapat.

Contoh Executive Summary Makanan

Ini adalah contoh executive summary makanan untuk bisnis ayam geprek. Ini contoh saja ya, Sobat. Silahkan kembangkan sesuai bisnis kuliner milik sendiri.

Baca juga : 5 Resep Ayam Geprek untuk Jualan Lengkap Plus Varian Sambalnya

Executive Summary Bisnis Ayam Geprek

Ayam geprek adalah kudapan ayam goreng tepung yang ditumbuk bersama taburan sambal yang bervariasi. Ayam goreng tepung atau biasa kita kenal dengan ayam Kentucky berpadu dengan selera masyarakat Indonesia terhadap rasa pedas membuatnya makin kondang.

Menjalankan bisnis ayam geprek punya peluang besar untuk laku keras. Peminatnya banyak dan hampir semua kalangan suka. Bahan baku juga mudah sekali didapat. Harganya juga terjangkau.

A. Profil Perusahaan

Nama Perusahaan : Ayam Geprek Gokil

Bidang Usaha : Makanan

Jenis Produk : Makanan

Alamat Perusahaan : Jl, Let. Jend Pol. Soemarto, Purwokerto Utara, Banyumas

No.Telp : 0821-xxxx-xxxx

Email : ayamgeprekgokil@gmail.com

Website : https://ayamgeprekgokil.com

Mulai dari : 2021

B. Komoditi Produksi

Bisnis Ayam Geprek Gokil ini menawarkan varian jenis sambal untuk toping ayamnya. Inovasi adalah kunci utama dalam mempertahankan loyalitas pelanggan dan membuat pelanggan ketagihan.

Variasi sambal dapat menjadi pilihan setiap customer supaya tidak bosan dan selalu kembali untuk mencicipi rasa lain.

Produk kami diolah dari bahan-bahan yang higienis dan dipastikan kebersihannya, sehingga aman untuk dikonsumsi. Rasanya juga kami jamin supaya menggungah selera.

C. Target Penjualan

Kami menarget penjulanan per hari minimal sebanyak 50 porsi ayam geperek dengan harga Rp. 15.000/porsi. Jadi total penjualan minimal harus mencapai Rp. 750.000.

D. Prospek Usaha

Usaha Ayam Geprek Gokil memiliki propek yang sangat bagus untuk kami kembangkan di lokasi kami. Selain masih jarang sekali pesaing, kami juga punya varian rasa yang unik dan teruji kualitas rasanya. Harganya juga sesuai dengan kantong masyarakat sekitar yang terdiri dari kaum mahasiswa dan masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.

E. Analisis Penjualan

Kami menggunakan analisis Break Event Poin atau BEP dalam memperhitungkan modal kembali.

Total biaya ayam geprek : Rp. 750.000

Produksi ayam geprek : 50

Harga ayam geprek Gokil : Rp1.500/porsi

Agar mencapai titik impas, ayam geprek harus membagi total biaya dengan harga jual:

Total biaya : Rp750.000,-

Produksi ayam geprek: 50 x 2 = 100 biji

Harga ayam geprek : Rp1500/porsi

Harga minimal untuk seluruh produk = Total biaya/ jumlah produksi

= Rp 750.000/100

= Rp7.500

Jadi, penjualan mencapai titik impas pada harga Rp. 7.500.

Perhitungannya adalah dengan membagi total biaya/harga per porsi

= Rp. 750.000/Rp.15.000

= 50

Oleh karena itu, supaya mencapai titik impas, penjualan harus mencapai 50 porsi dalam sehari.

Itulah contoh executive summary makanan dengan menu ayam geprek. Sobat bisa membaca artikel sebelumnya tentang Gambaran Bisnis Plan Ayam Geprek Lengkap dan Mudah. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Tinggalkan komentar