Pengunjung Harap Lapar di GyudaQ Japanese BBQ Purwokerto!

Tes! Tes! Lama sekali saya gak chit chat soal kuliner di blog ini. Padahal, banyak sekali momen makan yang sayang banget untuk dilewatkan di kota Purwokerto. Tapi, ya tak apalah, lumayan untuk pengalaman, memperbanyak kosakata selagi kulineran, sebelum akhirnya layak dituliskan. 

Nah, melihat belakangan ini begitu pesatnya pertumbuhan bisnis kuliner di kota Purwokerto, saya jadi terispirasi menulis lagi. Menarik nih Gaes… dari waktu ke waktu varian tempat makan di Purwokerto makin banyak aja. Tapi, tulisan kali ini mau membahas pengalaman makan aja dulu deh, bukan peluang usaha kulinernya. Mudah-mudahan bisa ngambil sudut pandang customer, khususnya buat kamu yang punya ide bikin usaha kuliner.

Pebisnis baik, pasti karena dia paham keinginan pelanggan. Betul ya Gaes…

Masuk GyudaQ Japanese BBQ, Harap Perut dalam Kondisi Lapar!
Ada masanya kita pergi ke tempat makan atau restoran, tapi tidak lapar. Misalnya kalau habis makan di rumah, tiba-tiba diajak reuni sama temen di restoran. Atau, ada pertemuan mendadak tapi lokasinya di restoran. Kaya kurang pas ya, momennya.

Kalau ke tempat makan dan dalam kondisi berbeda, mungkin masih bisa lah ditoleransi. Misalnya kalau ke restoran untuk rapat, pastinya malah perut kita sebaiknya dalam kondisi setengah kenyang, soalnya kan biar fokus ke rapat bukan fokus ke makanan ya. Apalagi kalau kasusnya diajak makan calon mertua! (wkwk jangan baper) jelas sekali jangan lapar banget, biar adegan makan kita gak malu-maluin.. hehehe

Nah, lain cerita makan sambil rapat dan makan bareng mertua, lain pula ceritanya kalau makan di GyudaQ Japanese BBQ. Di sini pengunjung sebaiklnya dalam kondisi lapar! Jangan kaya saya deh…  Makan di sana rasanya momennya kurang tepat, soalnya sedang tidak terlalu lapar. Sore hari menjelang malam, sudah makan di rumah. Waduh.

Tepatnya malam kemarin, momen yang seharusnya “makan sepuasnya” di GyudaQ Japanese BBQ bareng suami. “Bunda lapar ga?” di perjalanan, sebelum makan di GyudaQ, tanya Mas Suami tiba-tiba. “hmm… lumayan lapar” sahutku sambil mikir-mikir juga soalnya tidak terlalu lapar juga rasanya. Kalau diingat, makan terakhir sekitar pukul 17.00 dan ke GyudaQ pukul 19.00 lebih. Tapi, di rumah juga masih ada stok makan malam sih. Makan di luar ga ya? Biasa kalau ibu-ibu suka banyak mikir kalau soal makan dan uang hehe. Eh, tapi mumpung keluar rumah sama suami, tidak ada salahnya deh. Akhirnya.

“Oh ya, bunda beneran lapar gaa??” Mas Misua meyakinkan lagi. “kenapa emang Yah?” emang ada apa dengan tujuan tempat makan kali ini? Mas Suami menjelaskan, kita mau makan di GyudaQ, yang kabarnya di sana makan sepuasnya. Sayang kalau makan sedikit sedangkan tarif makannya sama aja. Begitu kurang lebih pertimbangannya.

saya ga sempat foto dari depan, jadi ini gambar dari Tripadvisor

Kita juga baru pertama kali makan di sana, Gaes…

Ternyata bertul, konsep makan di GyudaQ Japanese BBQ sudah bisa di tebak sejak memasuki pintu. All you can eat alias AUCE (bebas makan sepuasnya). Di dalam sana berjejer meja yang dilengkapi tempat masak BBQ dan panci untuk menu shabu-shabu. Ada stall prasmanan untuk bahan-bahan makan yang bebas kita pilih.

Tapi meskipun saya masih setengah kenyang, tidak apa-apa deh untuk pengalaman. Rasanya masih kikuk nih makan di resto dengan konsep kaya gini. Jujur saja, saya baru pertama kali. Hehehe…. maklum anak dari desa Gaes. Cung! Yg anak desa! (haha nyari temen)

Untuk mengakali perut saya yang setengah lapar setengah kenyang ini, saya menghindari nasi aja. Biar fokus ke menu utamanya, yaitu daging dan masak langsung hap dari atas kompor dan platenya panas-panas. Kebayang ya, nikmatnya. 

Setelah mendapat sapaan ramah waitters, dan Mas Suami tanya-tanya sekilas mengenai pilihan menu di GyudaQ, kami pun langsung memilih meja supaya waitter menyiapkan nyala kompor dan panci untuk masak shabu-shabu. Yah, buat ngecek juga Gaes, siapa tau tabung gas nya habis. dan betul… memang habis. Ganti baru deh sama Mbak Waiter yg ramah. Atau bisa juga pelanggan gak bisa menggunakan alat masak tersebut. Memang agak beda sama kompor di rumah. So, perlu training singkat sama si Mbak-mbak nya. 

Setelah itu, kami langsung hunting menu di meja prasmanan. Saran buat pemula kaya saya, Jangan ragu melihat-lihat dulu semua menu yang ada. Selain untuk pengetahuan, juga supaya tidak salah memilih atau ada menu favorit yang terlewatkan. Kan sayang ya… 

Menu di stall prasmanan lumayan variatif. Menu utama mulai daging ayam fillet, daging ayam bumbu, daging sapi, dan bawang bombay untuk pelengkap BBQ dan juga nasi pun ada. Untuk bahan shabu-shabu juga komplit, mulai dari sayurnya ada wortel,  pokcoy iris dan pokcoy daun utuh, sawi putih, daun bawang, hingga ke menu proteinnya ada jamur kancing, tiram, jamur kuping serta frozen food rasa ikan, tofu, dll serta ada bumbu pelengkapnya di meja terpisah. 

grill dan shabu di prasmanan, nyomot foto dari mbak Olipeoile maap saya ga fokus foto2

Setelah mengambil bahan yang diperlukan, saya pun segera ke meja dan memasaknya. Suami sudah duduk cukup lama karena tidak sabar ingin makan daging katanya.

Ada momen cukup menggelikan, Mas suami yang tidak biasa masak, sudah lebih dulu duduk di meja dan memasukkan semua sayuran ke panci. Xixixi.. katanya biar segera bisa menikmati shabu-shabu juga. Mungkin saya kelamaan di meja prasmanan berburu bahan masakan.

Untuk yang belum pernah masak, terutama shabu-shabu, jangan ragu tanya waitter. Boleh banget kita minta bantuan mereka. Daripada salah masak. Kaya mas Suami saya. Xixixi… alhasil, saya keluarkan lagi bahan shabu-shabu yang dia masukkan ke panci. Untungnya masih baru nyelup ternyata dan belum layu. Dan saya lakukan urutan yang benar. Kalau tidak, bisa-bisa nanti kita makan sawi terlalu matang atau wortel dan jamurnya yang masih mentah. Hehehe…. Ga enak dong jadinya.

Sambil menunggu shabu-shabu, mulai lah kita makan daging bareng. Masak, bolak-balik, celup sambal, dan hap. Terus begitu sampai kenyang. Shabu-shabu matang, dan kami habiskan selagi hangat bersama tambahan merica dan cabai bubuk. Wow… seger dan pedas. Setelah shabu-shabu habis, belum puas dan waktu masih lama, kamipun mengambil daging ayam dan grill sapi lagi sedikit untuk memuaskan lidah yang masih penasaran. Saya yang tidak terlalu lapar pun ternyata ikut menikmati. Mungkin kalau lagi lapar, pasti sensasinya akan lebih memuaskan. Yups, next time baby… 

Menu Desert dan Minumannya Juga Mantep!
Menurut saya, desert di GyudaQ Japanese BBQ juga enak. Minumannya juga mantep. Ada dua jenis buah yang tersaji di sana, melon dan semangka. Ada pula puding. Tapi saya tidak mencoba puding karena sudah kenyang. Lebih baik buah saja untuk seger-seger.

Karena melihat ada empat jenis saus salad di prasmanan, saya menyayangkan buah-buahannya dipotong besar-besar. Saya coba minta pisau deh… tujuannya buah mau saya iris tipis-tipis dan kecil supaya jadi salad. Sebenarnya ada sih, bahan salad sayur, tapi buah lebih pas rasanya untuk dinikmati saat itu. Waitter pun menyambut permintaan saya yang minta pisau, karena tidak tersedia di sana. (terlalu banyak minta ga sih ya? hehe gapapa lah kayaknya masih wajar dan Waiternya baik banget) Eh siapa tau ke depannya ada disediakan pisau ya.

Taraa… jadi deh salad buah melon semangka.

Suami juga menikmati salad buah sederhana kami sebagai menu terakhir.
“Eh, ada es krim juga lho Bun..” sahut suami. Langsung deh capcus dan tanya mengenai itu es krim. Soalnya di prasamanan tidak ada Gaes. 

Sekali lagi, jangan malu bertanya. Malu bertanya sesat di kamar! Eh sesat di jalan… soalnya ternyata es krim nya yummmiiii pake banget. Emang pilihan rasanya tidak ada, alias hanya ada satu rasa aja malam itu. Es krim rasa stroberi saja. Tapi, kami puas deh dengan menu penutup itu. Lezat, lembut, dan manisnya pas banget. Puas. Titik.

Terakhir, Saatnya Kupas Harga!
Bagaimana dengan harga paket makan di GyudaQ Japanese BBQ Purwokerto ini? Jawabannya, harga nya sesuai banget dengan kepuasan pelanggan.

Paket yang ditawarkan di GyudaQ Japanese BBQ Purwokerto yaitu paket reguler dan premium. Paket reguler Rp. 149.000 dan premium 179.000. Harga tersebut belum sama PPN ya. Bisa dapat harga promo di saat-saat tertentu lho. Misalnya kami datang pas lagi momen promo itu kayaknya, soalnya saat selesai makan, hanya membayar Rp. 230 ribuan berdua paket reguler sudah termasuk pajak. Teman-teman bisa kepoin di instagramnya biar lebih mantep di @gyudaq.bbq 

Paket reguler itu, pengunjung hanya boleh memilih satu jenis menu utama saja, apakah shabu atau BBQ. Karena kita berdua, jadi 1 paket shabu, 1 paket BBQ. Sama saja dinikmati bareng. Sedangkan premium, bisa menikmati kedua jenis menu ini sekaligus. 

Sebenarnya, apapun pilihan paketnya, yang membedakan hanya di menu utama saja. Pengunjung tetap dapat menikmati semua varian minuman dan dessert yang ada di sana. Jadi, dijamin tetap kenyang dan puas deh.

Sempat suami bergumam, “Kayaknya kita udah ngabisin daging hampir setengah kilo deh Bun”. Baik grill sapi dan ayam, kayaknya digabung habis tuh ½ kg gabungan kami berdua. Lebih banyak ke daging ayamnya. (Tentunya Mas Suami yang lebih banyak menghabiskan daging dan shabu ini. Beliau belum makan sejak siang. Biar saya gak dituduh banyak makan. Colek Ibu-ibu macan! haha) Belum ditambah bahan shabu-shabu dan salad, minuman dan juga es krim. Es krimnya kita ambil satu dihabiskan bareng, soalnya sudah limit perutnya kekenyangan. 

Mari hitung-hitung singkat.

Kalau dikalkulasikan, menu yang kita konsumsi menghabiskan sekitar setengah tarif yang kami bayarkan. Dari Rp. 230.000, habis sekitar 100 ribuan lebih lah. Bisa lebih banyak kalau kondisi kami lapar banget. Atau mungkin malah kalau lapar pake nasi. (perasaan, dari tadi kata “lapar” paling banyak saya ucapkan ya? Haha… gapapa, maklum aja deh ini topik makan-makan dan juga judulnya emang bahas lapar kan Gaes… )

Harga dua kali biaya bahan makanan, tergolong wajar banget. Tentunya sepadan dengan jasa dan tempat yang kece banget. Malah banyak yang bilang ini termasuk murah meriah untuk sebuah konsep makan AUCE alias All U Can Eat lho… Kita pastinya paham betul betapa ide, konsep sebuah usaha, pelayanan, dan sebagainya dalam sebuah usaha, harus sangat dihargai. Dan harga itu sepadan dengan kepuasan pelanggan.

Good Job, GyudaQ Japanese BBQ Purwokerto!

Cek Lokasi : 
Gyudaq Japanese BBQ
di Jl. Kongsen No.24 Purwokerto 53141 (belakang Moro Mall Purwokerto, di samping pasar burung)
call dan reservasi : (0281) 643135
IG : @gyudaq.bbq
Buka mulai pukul 11.00 sd 23.00 WIB (terakhir order pukul 21.30 WIB)

5 thoughts on “Pengunjung Harap Lapar di GyudaQ Japanese BBQ Purwokerto!”

Leave a Comment