Sariawan, atau stomatitis aftosa, adalah luka kecil yang tidak menular yang muncul di dalam mulut, termasuk sariawan di bibir luar. Luka ini umumnya berwarna putih atau kuning dengan tepi merah, dan dapat terasa perih atau menyengat, terutama saat makan atau minum.
Meskipun sariawan biasanya tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu, namun sariawan yang besar atau berulang dapat sangat mengganggu aktivitas.
Penyebab Sariawan di Bibir Luar
Penyebab pasti sariawan di bibir luar masih belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena sariawan.
Misalnya dari segi genetika. Jika orang tua Anda memiliki riwayat sariawan, Anda lebih berisiko mengalaminya juga.
Sistem kekebalan tubuh yang lemah juga bisa menjadi penyebab munculnya sariawan. Sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri, yang dapat memicu sariawan.
Selain itu, stres juga dapat memperburuk sariawan yang sudah ada dan bahkan memicu sariawan baru. Jika anda sedang mengalami banyak tekanan, kemunculan sariawan bisa jadi karena hal tersebut.
Anda perlu lebih memperhatikan asupan vitamin dan mineral. Kekurangan vitamin B12, zat besi, atau folat juga dapat meningkatkan risiko sariawan.
Penyebab lainnya bisa karena luka bakar, gigitan pipi, atau penggunaan sikat gigi yang keras. Luka dari luar seperti ini juga sering menjadi pemicu munculnya luka dan berlanjut sariawan.
Tidak hanya itu, beberapa orang mungkin mengalami sariawan sebagai respons terhadap alergi makanan tertentu, seperti coklat, stroberi, atau kacang-kacangan. Jika Anda punya alergi terhadap makanan tersebut, maka kemunculan sariawan akan sangat mungkin terjadi.
Pada kasus medis tertentu, sariawan bisa saja merupakan gejala dari penyakit tertentu seperti penyakit crohn, kolitis ulserativa, atau penyakit celiac. Penting untuk memeriksakan diri jika ada kecurigaan adanya penyakit-penyakit tersebut.
Cara Mengobati Sariawan di Bibir Luar

Meskipun sariawan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu, ada beberapa cara untuk meredakan rasa sakit dan mempercepat penyembuhan. Di antaranya:
1. Obat Sariawan
Obat pereda nyeri topikal seperti benzocaine atau lidocaine dapat membantu meredakan rasa sakit. Anda juga bisa menggunakan obat kumur antiseptik juga dapat membantu mencegah infeksi.
Jika ingin mendapatkanya dari obat tradisional, Anda bisa mengonsumsi minuman yang bisa mempercepat penyembuhan seperti Alang Sari Plus Jeruk Manis yang mengandung jeruk yang kaya Vitamin C, cincau hijau dan alang-alang yang telah dipercaya sejak zaman dulu untuk meredakan sakit tenggorokan, panas dalam, dan sariawan.

2. Air Es
Mengompres luka dengan air es selama 10-15 menit beberapa kali sehari dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit.
3. Makanan dan Minuman yang Lembut
Hindari makanan dan minuman yang asam, pedas, atau asin, karena dapat mengiritasi luka. Pilih makanan dan minuman yang lembut dan dingin untuk membantu meredakan rasa sakit.
4. Menjaga Kebersihan Mulut
Sikat gigi dan bersihkan mulut dua kali sehari dengan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi tanpa fluoride.
5. Pengobatan Resep
Jika sariawan Anda parah atau tidak kunjung sembuh, dokter mungkin akan meresepkan obat kortikosteroid atau obat mati rasa.
Pencegahan Sariawan di Bibir Luar
Meskipun tidak ada cara yang pasti untuk mencegah sariawan di bibir luar, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengurangi risikonya.
Misalnya dengan mengelola stress. Anda bisa melakukan kegiatan yang dapat menurunkan tekanan psikis dengan olahraga seperti yoga, meditasi, atau menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai.
Selain olahraga dan menjaga quality time dengan orang terkasih, Anda juga perlu makan makanan yang seimbang. Pastikan Anda mendapatkan cukup vitamin dan mineral, terutama vitamin B12, zat besi, dan folat.
Hindari makanan dan minuman yang dapat memicu alergi dengan efek sariawan, seperti cokelat, stroberi, atau kacang-kacangan. Begitu juga makanan terlalu pedas atau terlalu asam.
Gunakan juga sikat gigi berbulu lembut. Sikat gigi dengan bulu yang keras dapat mengiritasi mulut dan memicu sariawan.
Terakhir, Kunjungi dokter gigi secara teratur untuk pemeriksaan dan pembersihan gigi. Jangan salah, gigi yang tidak sehat atau adanya karang gigi juga bisa memicu sariawan.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sariawan biasanya tidak berbahaya, ada beberapa kondisi ketika Anda mungkin harus ke dokter. Misalnya sariawan Anda tidak kunjung sembuh dalam waktu 3-4 minggu.
Selain itu, jika sariawan Anda berukuran besar atau banyak. Begitu juga jika sariawan disertai dengan demam, kelelahan, atau ruam.
Anda juga perlu ke dokter jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan memiliki riwayat kanker mulut.
Kesimpulan
Sariawan di bibir luar adalah luka kecil yang tidak menular yang dapat terasa perih atau menyengat, terutama saat makan atau minum.
Meskipun sariawan biasanya tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu, namun sariawan yang besar atau berulang dapat sangat mengganggu aktivitas. Anda juga disarankan periksa ke dokter jika mengalami kondisi yang tidak wajar seperti disebutkan di atas.

Iim Rohimah adalah content writer yang meminati bidang bisnis kuliner. Minatnya ini datang dari hobi wisata kuliner, mengamati perkembangan bisnis, dan pengalaman bekerja di bidang ini.
Berkat pengalaman tersebut, ia memperoleh insight menarik, bahwa bidang usaha di ranah ini paling cepat berkembang dan banyak peminatnya. Oleh karena itu, menurutnya, akan sangat baik jika dapat terus belajar dan mengedukasi pembaca, khususnya pegiat Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner.
